ASAL USUL SEJARAH WAROG
mungkin pengetahun saya hanya sedikit tentang budaya indonesia mungkin ini menjadi tulisan saya tentang budaya indonesia yang sampai saat ini saya kagumi.
ponorogo tempatnya memang saya jarang banget kesana yang identik dengan reognya bahkan sudah tekenal didunia atau pun di indonesia tentunya.
dhadak merak seberat 50kg.mungkin orang biasa tidak kuat untuk mengangkatnya.pdahal dia mengangkatnya sambil menari-nari.klu gak salah tahun 1486 hutan dibabat atas perintah bahtera katong bukannya tanpa rintangan banyak gangguan dari berbagai pihak,termaksuk makhluk halus,datang namun karena bantuan warokdan prajurit wengker,akhirnya pembabatan hutan itu lancar.dan banyaknya bangunan didirikan.penduduk berdatangan setelah menjadi sebuah kadipaten,Bethara katong kemudian dia memboyong pramesurinya namanaya Niken sulastri sedang adiknya Suro menggolo nma dusunya ngampel dan daerah yang dibangun itu namanya Prana raga.dan akhirnya dikenal dengan nama ponorogo
cikal bakal warok,pada akhir majapahit 1450.pada waktu itu prabu brawijaya5 mempercayakan ki demang suryonggalam untuk menjaga bekas kerajaan wangker.kemudian sang demang menghimpun para warog untuk digembleng menjadi perwirah tangguh.
para warok lebih eksislagi setelah bahtera katong mengambil ahli kekuasaan demang suryanggalam.dan memberikan kedudukan yang istimewa pada para warog.kultur hindu budha yang dipegang selama ini oleh warog menjadikan mereka sangat dipercaya masyarakat.sementara katong sendiri beragama islam maka terjadi perpaduan budaya antara islam budha dan hindu.sejak itu itulah posisi warog sanag istimewa dikalangan masyarakat.
kultur inilah yang menjadiakan warog ,ponorogo sebagai budaya indonesia yang harus kita lestarikan dan banggakan.dan ketakutan itu akan kah ad warog penerus generasinya yang akan terus termakan oleh zaman...
salutku untuk reog ponorogomu indonesia.....
kultur budaya
Jumat, Februari 20, 2009
Diposting oleh celotehan,dan ceritaku di Jumat, Februari 20, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar